![]() |
| Foto : Salah satu petani di wilayah kecamatan kemiri yang memanen padinya menggunakan mesin Grandong (Alat Perontok Padi), Dok. transpantura.com |
TANGERANG, TRANSPANTURA.COM - Petani di Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, mulai memanfaatkan berbagai metode panen padi sebagai alternatif selain menggunakan tenaga manual dari sesama petani.
Selain mengandalkan jasa panen tradisional dengan tenaga manusia, sebagian petani juga menggunakan alat perontok padi manual yang dikenal dengan sebutan grandong. Alat ini masih banyak digunakan karena dinilai lebih hemat biaya dan mudah dioperasikan di lahan sempit.
Namun seiring perkembangan teknologi pertanian, tidak sedikit petani yang kini beralih menggunakan mesin modern berupa combine harvester, yakni mesin panen padi multifungsi yang mampu memotong, merontokkan, sekaligus membersihkan gabah dalam satu proses.
Pemanfaatan mesin combine dinilai mampu mempercepat waktu panen serta mengurangi kehilangan hasil panen dibandingkan metode tradisional.
Pantauan transpantura.com di lapangan menunjukkan aktivitas panen berlangsung di sejumlah area persawahan Kecamatan Kemiri pada Minggu (25/1/2026), dengan kombinasi penggunaan alat tradisional dan mesin modern.
Para petani berharap kehadiran teknologi pertanian dapat membantu meningkatkan efisiensi kerja sekaligus menekan biaya produksi, khususnya saat musim panen tiba. (*)

