-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Diguyur Hujan Sejak Minggu, Jalan Raya Regency Pasar Kemis Terendam Banjir

Senin, 12 Januari 2026 | 1/12/2026 02:37:00 PM WIB

Foto : Kondisi banjir di sejumlah wilayah di kabupaten tangerang

TANGERANG, TRANSPANTURA.COM - Banjir merendam Jalan Raya Regency, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Senin (12/1). Jalan tersebut merupakan salah satu akses utama penghubung antara Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang, sehingga genangan air menyebabkan gangguan serius terhadap arus lalu lintas.


Banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (11/1/2026). Berdasarkan pantauan di lokasi, air menggenangi badan jalan dan puluhan ruko di sekitarnya dengan ketinggian mencapai sekitar 50 sentimeter. Panjang genangan diperkirakan mencapai 500 meter.


Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas tersendat. Sejumlah kendaraan roda dua mengalami mogok setelah nekat menerobos banjir, sementara pengendara lainnya memilih putar balik untuk menghindari genangan. Di tengah situasi tersebut, sejumlah anak-anak terlihat memanfaatkan banjir sebagai sarana bermain air.


Salah seorang pengendara, Andi Saputra (30), mengaku sepeda motornya mogok saat melintasi banjir dari arah Kabupaten Tangerang menuju Kota Tangerang.


“Motor saya mogok karena banjirnya cukup dalam, sekitar 50 sentimeter,” ujar Andi, dikutip cnn, Senin (12/1/2026)


Warga setempat, Epin (48), mengatakan banjir mulai merendam Jalan Raya Regency sejak pukul 04.00 WIB. Menurutnya, hujan telah turun sejak Minggu pagi, dan air mulai naik ke badan jalan sebelum subuh.


“Hujannya dari kemarin, tapi sebelum subuh air sudah mulai naik ke jalan,” kata Epin.


Epin menambahkan, Jalan Raya Regency memang dikenal sebagai kawasan rawan banjir. Namun, ketinggian air kali ini dinilai lebih parah dibandingkan kondisi banjir sebelumnya.


Ia berharap pemerintah daerah dapat melakukan penanganan banjir secara menyeluruh agar genangan tidak terus berulang dan mengganggu aktivitas warga maupun pengguna jalan.


“Pompa air sebenarnya sudah ada, tapi tetap banjir. Kami berharap ada solusi permanen supaya kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya. (*)

PASANG IKLAN
×
Berita Terbaru Update