![]() |
| Foto : Ilustrasi |
TANGERANG, TRANSPANTURA.COM - Banjir yang melanda Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, menelan korban jiwa. Dua bocah dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam saat bermain banjir pada Rabu (21/1/2026) sore.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan, terdapat tiga anak yang menjadi korban dalam insiden itu.
“Benar, kami menerima laporan dari masyarakat terkait adanya orang tenggelam. Dua orang meninggal dunia dan satu korban lainnya selamat,” ujar Taufik, dilansir CNN Indonesia, Kamis (22/1/2026)
Dua korban meninggal dunia diketahui bernama Umam (10) dan Fariz (10). Sementara satu korban selamat bernama Nando (10) yang mengalami luka ringan.
Menurut Taufik, kejadian bermula saat ketiga bocah tersebut bermain air banjir di kawasan Perumahan Taman Cikande. Namun, saat asyik bermain, ketiganya diduga terpeleset dan terjatuh ke saluran irigasi yang berada di lokasi banjir.
“Mereka diduga terpeleset lalu tenggelam di saluran irigasi,” jelasnya.
Mendapat laporan dari warga, petugas BPBD bersama masyarakat setempat segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban.
Setelah berhasil ditemukan, para korban langsung mendapatkan pertolongan pertama. Namun nahas, dua anak tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara itu, korban selamat langsung dilarikan ke RSUD Tobat Balaraja untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Diketahui, banjir di wilayah Cikande telah terjadi sejak awal pekan lalu, tepatnya pada Senin (12/1). Saat itu, ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan mencapai hingga 2 meter. Banjir tersebut mulai berangsur surut pada Sabtu (17/1).
BPBD Kabupaten Tangerang mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan menghindari aktivitas bermain di area banjir yang berisiko membahayakan keselamatan. (*)

