TRANSPANTURA — Kegiatan Pesantren Ramadan yang diisi dengan pembinaan seni tilawah Al-Qur’an resmi ditutup sementara dalam rangkaian acara peringatan Nuzulul Qur’an pada Selasa, 10 Maret 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Mushola Fajrul Karimah, Kemiri, dan dihadiri oleh para santri, jamaah, serta masyarakat sekitar.
Pesantren Ramadan ini diikuti oleh sekitar 15 anak peserta yang selama bulan suci Ramadan mendapatkan pembinaan khusus dalam seni tilawah Al-Qur’an, mulai dari pengenalan lagu tilawah hingga peningkatan kualitas bacaan sesuai dengan kaidah tajwid.
Pembinaan tersebut dibimbing langsung oleh Ust. Adung Abdul Haris, selaku pengasuh Majelis Dzikir Hadadan, yang secara aktif membina para peserta selama kegiatan berlangsung.
Dalam kesempatan tersebut,himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (HMPIAT) dari Institut Asy-Syukriyyah turut menyalurkan infak atau wakaf Al-Qur’an kepada para peserta pembinaan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan generasi Qur’ani di tengah masyarakat.
Adapun donasi Al-Qur’an tersebut berasal dari beberapa lembaga yang turut mendukung kegiatan ini, di antaranya Rumah Zakat, Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Ar-Rahman yang berlokasi di Sondol, Pasar Kemis, serta YAKESMA Kota Tangerang.
Ketua HMPIAT, Arya Imam Sofyan, menjelaskan bahwa penutupan kegiatan ini bersifat sementara selama bulan Ramadan. Setelah Ramadan berakhir, program pembinaan seni tilawah akan kembali dilanjutkan secara rutin.
“Ini hanya penutupan sementara selama Ramadan. InsyaAllah setelah Ramadan nanti pembinaan seni tilawah akan terus berjalan secara rutin, baik satu kali maupun dua kali dalam satu minggu,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa program pembinaan tersebut telah berjalan cukup lama dan mendapatkan respons positif dari masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini telah berlangsung lebih dari satu tahun, yang sebelumnya juga telah dilaksanakan sejak tahun 2025.
Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan indah, tetapi juga dapat menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Acara penutupan yang dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Qur’an tersebut berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan ditutup dengan doa bersama, sebagai bentuk harapan agar ilmu yang telah dipelajari selama pembinaan dapat terus diamalkan oleh para peserta.
Zm

