-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Isu MBG Dibagikan saat Sahur Selama Puasa Ramadan, begini kata BGN

Minggu, 22 Februari 2026 | 2/22/2026 11:21:00 PM WIB

Foto ilustrasi

JAKARTA, TRANSPANTURA.COM - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, membantah informasi yang menyebutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dibagikan saat sahur selama bulan Ramadan.


Nanik menegaskan, selama Ramadan distribusi MBG tidak dilakukan setiap hari dan tidak dibagikan pada dini hari. Penyaluran program tersebut hanya dilaksanakan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis.


“Perlu kami luruskan, MBG selama Ramadan hanya didistribusikan pada hari Senin dan Kamis dengan jam layanan resmi pukul 08.00–09.00 WIB dan 11.00–12.00 WIB. Tidak ada pembagian saat sahur,” ujar Nanik dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026). Dikutip CNN


Menurut dia, jadwal tersebut berlaku untuk seluruh mekanisme distribusi, baik melalui pengambilan langsung di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengantaran ke sekolah, maupun delivery melalui titik serah terima yang telah dijadwalkan.


Untuk sekolah berasrama dan pondok pesantren, pengolahan makanan dilakukan pada siang hari dan penyajian dilakukan saat berbuka puasa. Mekanisme ini dilaksanakan sesuai koordinasi dengan pihak satuan pendidikan masing-masing.


Nanik juga menjelaskan bahwa pada awal Ramadan, tepatnya pada 18–22 Februari 2026, distribusi MBG tidak dilakukan. Penyaluran kembali berjalan mulai Senin, 23 Februari 2026, dengan pola layanan tetap dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis.


Khusus wilayah dengan mayoritas penerima manfaat menjalankan ibadah puasa, MBG diberikan dalam bentuk paket makanan kemasan sehat. Paket tersebut dapat dikonsumsi saat berbuka puasa atau secara bertahap sesuai kebutuhan.


Paket makanan diproduksi dan dikemas oleh SPPG dengan tetap memenuhi standar gizi seimbang serta keamanan pangan.


“Jadwal dan mekanisme sudah diatur jelas dalam Surat Edaran. Kami mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh konten yang menyesatkan serta selalu merujuk pada informasi resmi,” kata Nanik. (*)

PASANG IKLAN
×
Berita Terbaru Update