-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Mudik Lebaran 2026: 4 Pelabuhan di Banten Disiapkan, Tambah 12 Kapal Penyeberangan

Senin, 16 Februari 2026 | 2/16/2026 05:31:00 PM WIB

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi berbicara usai rapat koordinasi Angkutan Mudik Lebaran Tahun 2026 di Kota Serang, Banten, Senin (16/2/2026). Dok. ANTARA FOTO

TANGERANG, TRANSPANTURA.COM - Pemerintah mematangkan persiapan angkutan Mudik Lebaran 2026 di Provinsi Banten dengan mengoptimalkan empat pelabuhan guna memecah arus penyeberangan menuju Sumatera dan mencegah penumpukan kendaraan di kawasan Pelabuhan Merak.


Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengatakan Banten menjadi titik krusial arus mudik karena seluruh kendaraan dari wilayah Jabodetabek menuju Sumatera bermuara di daerah tersebut.


“Jika ada 1.000 kendaraan dari Jabodetabek menuju arah barat (Sumatera), maka 1.000 kendaraan itu akan bermuara di Merak, Banten. Inilah tugas kita untuk mengurai arus tersebut,” ujar Dudy usai rapat koordinasi Angkutan Mudik Tahun 2026 di Kota Serang, Senin.


Empat Pelabuhan Disiapkan


Pemerintah menyiapkan empat pelabuhan dengan peruntukan berbeda selama masa Angkutan Lebaran 2026, yakni:


  • Pelabuhan Merak untuk mobil pribadi dan bus.
  • Pelabuhan Ciwandan untuk sepeda motor dan truk barang kecil.
  • BBJ Bojonegara untuk truk besar.
  • Krakatau Bandar Samudera (KBS) sebagai alternatif penyeberangan menuju Panjang, Lampung.



Menurut Dudy, skema ini merupakan langkah antisipasi untuk mengurai kepadatan yang biasanya terpusat di Merak saat periode puncak mudik Lebaran.


“Dalam kondisi normal seluruh kendaraan melalui Merak. Namun pada periode Lebaran, kami optimalkan empat pelabuhan tersebut,” katanya.


Tambahan 10–12 Kapal Penyeberangan


Untuk mendukung distribusi kendaraan dari pelabuhan alternatif, pemerintah akan menambah minimal 10 hingga 12 kapal penyeberangan. Evaluasi Mudik Lebaran 2025 menunjukkan perlunya penambahan armada, khususnya di BBJ Bojonegara dan Ciwandan.


“Kami akan menyediakan minimal 10 hingga 12 kapal agar aliran kendaraan berjalan lancar dan tidak terjadi antrean panjang,” ujar Dudy.


Koordinasi lintas wilayah juga diperkuat karena pengaturan arus melibatkan Pemerintah Provinsi Banten dan Polda Metro Jaya.


Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan rapat koordinasi menjadi langkah awal konsolidasi lintas instansi guna memastikan kelancaran penyelenggaraan Angkutan Mudik Tahun 2026.


“Semua akan terus kita koordinasikan supaya penyelenggaraan Angkutan Mudik Tahun 2026 bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.


Prediksi Pergerakan 143,9 Juta Orang


Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi sebanyak 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan selama masa libur Lebaran 2026. Angka tersebut turun tipis 1,75 persen dibandingkan survei Lebaran 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.


Sebanyak 50,60 persen responden menyatakan akan bepergian ke luar kota. Alasan utama perjalanan adalah mudik dan merayakan Idul Fitri di kampung halaman, yakni sebesar 66,2 persen atau sekitar 95,27 juta orang.


Motivasi lainnya meliputi tradisi mengunjungi orang tua atau sanak saudara (19,3 persen) serta memanfaatkan waktu libur untuk berwisata (12,0 persen).


Untuk mengantisipasi lonjakan arus, Kemenhub telah menyusun kalender operasional Masa Angkutan Lebaran 2026. Pemerintah akan mengoperasikan Posko Angkutan Lebaran selama 18 hari, mulai 13 Maret (H-8) hingga 30 Maret 2026 (H+9).


Pemerintah menargetkan skema distribusi empat pelabuhan di Banten ini mampu menekan antrean panjang dan kemacetan di akses menuju Merak saat puncak Mudik Lebaran 2026. (*)

PASANG IKLAN
×
Berita Terbaru Update