![]() |
| Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah |
SERANG, TRANSPANTURA.COM - Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah menyebut masih banyaknya jalan rusak di Banten dipengaruhi curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak pada kualitas perbaikan jalan yang telah dilakukan.
“Ini karena hujan akhirnya jalan yang bagus turut rusak. Terus yang kena hujan jadi jeleknya banyak lagi, jadi lebih banyak lagi itu jalan-jalan yang rusak,” kata Dimyati, Kamis (12/2/2026). dikutip dari bantennews
Dimyati menegaskan, keluhan masyarakat terkait kondisi jalan nasional rusak di wilayah Banten harus segera direspons pemerintah pusat. Ia menilai persoalan tersebut menyangkut kelancaran mobilitas warga serta aktivitas perekonomian daerah.
Ia mengaku telah menyampaikan langsung permintaan percepatan perbaikan jalan nasional kepada Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum saat bertemu dalam peringatan Hari Pers Nasional beberapa hari lalu.
“Ya saya sudah sampaikan ke Dirjen Bina Marga saat ketemu di Hari Pers juga minta itu banyak jalan-jalan nasional yang berlubang. Jalan nasional yang rusak segera diperbaiki,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Dimyati juga menanyakan alokasi anggaran perbaikan jalan. “Saya tanya anggarannya berapa? Kurang lebih Rp40 triliun,” sambungnya.
Menurut Dimyati, persoalan jalan rusak tidak hanya dipicu faktor cuaca. Ia menyoroti kualitas konstruksi jalan yang dinilai belum optimal. Beberapa faktor penyebab kerusakan, kata dia, antara lain kondisi lahan atau fondasi yang tidak memadai, penggunaan material berkualitas rendah, serta pengerjaan yang kurang profesional.
“Mengapa jalan itu rusak karena satu adalah landasannya tidak bagus, jadi problem lahannya enggak bagus. Kedua menggunakan material yang tidak berkualitas. Ketiga pengerjaannya tidak bagus, menghambat drainase. Aliran air itu yang mengakibatkan kerusakan karena kualitas drainasenya tidak bagus,” tuturnya.
Ia juga meragukan efektivitas betonisasi apabila persoalan dasar konstruksi tidak dibenahi. “Ya beton pun banyak yang patah karena landasannya enggak bagus,” ucapnya.
Pemerintah Provinsi Banten, lanjut Dimyati, berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki ruas jalan nasional yang rusak demi mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

