![]() |
| Kondisi jalan raya Pasar Kemis, tepatnya di depan PT Victory Ching Luh, yang nampak rusak. |
TANGERANG, TRANSPANTURA.COM - Warga sekitar Jalan Raya Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, membantah klaim Maesyal Rasyid yang menyebut ruas jalan tersebut telah diperbaiki secara bertahap.
Menurut warga, kondisi Jalan Raya Pasar Kemis yang menghubungkan Kecamatan Cikupa, Pasar Kemis, dan Rajeg masih rusak parah, berlubang, serta rawan kecelakaan. Kerusakan jalan disebut telah mengganggu aktivitas masyarakat dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Dalam kurun Februari 2026, tercatat empat kecelakaan lalu lintas di ruas jalan tersebut. Empat korban meninggal dunia setelah tergelincir saat menghindari lubang, kemudian terlindas truk bermuatan berat. Korban terdiri dari tiga perempuan dan satu laki-laki.
“Melihat kondisi sekarang sebenarnya resah. Bagaimanapun juga jalan seharusnya diperbaiki. Ini mengganggu kelancaran aktivitas masyarakat luas,” ujar Ahmad Yani, warga sekitar, Selasa (17/2/2026). dikutip tribunbanten
Ia menambahkan, dalam dua minggu terakhir sudah empat orang meninggal dunia akibat kecelakaan yang diduga dipicu kondisi jalan rusak.
“Kalau setiap hari jalannya rusak seperti ini, selain mengganggu aktivitas warga, juga membahayakan,” katanya.
Perbaikan Dinilai Hanya Tambal Sulam
Ahmad menilai perbaikan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang selama ini hanya bersifat tambal sulam, bukan perbaikan permanen. Akibatnya, jalan yang baru diperbaiki kembali rusak dalam waktu singkat, terutama saat musim hujan.
“Memang ada perbaikan, tapi tidak rata, hanya tambal sulam. Jadi hanya menutup lubang kecil saja. Nanti kalau musim hujan, paling lama satu bulan sudah hancur lagi,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah melakukan perbaikan menyeluruh dengan konstruksi beton yang lebih kuat, mengingat kawasan tersebut merupakan area industri yang dilintasi kendaraan berat setiap hari.
“Ini kan kawasan industri, banyak mobil besar yang lewat. Seharusnya pengecorannya menggunakan beton yang kuat,” tambahnya.
Warga Sebut Jalan Hampir Tiga Tahun Tak Diperbaiki Total
Warga lainnya, Encyh, menyatakan Jalan Raya Pasar Kemis hampir tiga tahun tidak mengalami perbaikan total. Ia menyebut terakhir kali ada pekerjaan besar dilakukan pada 2023 saat pelebaran jalan.
“Jalan ini tidak pernah sepi kecuali malam hari, tapi perbaikannya setengah-setengah, hanya ditambal,” katanya.
Menurutnya, ruas tengah jalan selama ini hanya mengalami penambalan sementara yang tidak bertahan lama.
Encyh mengaku khawatir setiap kali melintasi jalan tersebut, terlebih setelah kecelakaan maut yang menewaskan empat orang dalam 13 hari terakhir.
“Anak kedua saya sekolah di SMA Negeri 13 Tangerang dan tidak saya izinkan membawa motor. Otomatis saya melewati jalan ini setiap hari,” ujarnya.
Ia berharap Pemkab Tangerang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat akan infrastruktur jalan yang layak dan aman.
“Minta tolong kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang agar jalan segera diperbaiki dan diperhatikan. Ini untuk kepentingan bersama, supaya tidak ada lagi korban jiwa,” katanya.
Respons Bupati Tangerang
Sebelumnya, Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, menyatakan bahwa sejumlah ruas jalan telah diperbaiki secara bertahap.
“Sudah diperbaiki,” ujar Maesyal kepada wartawan, Senin (16/2/2026), saat dimintai tanggapan terkait kondisi Jalan Raya Pasar Kemis.
Namun, warga menilai pernyataan tersebut tidak sesuai dengan kondisi faktual di lapangan yang masih menunjukkan banyak lubang dan kerusakan parah. (*)

