TANGERANG, TRANSPANTURA.COM - Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tangerang memastikan proses kepulangan 264 jamaah umrah asal Kabupaten Tangerang, Banten, tetap berjalan sesuai jadwal meski terjadi peningkatan eskalasi konflik di Timur Tengah akibat perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
Kepala Kemenhaj Kabupaten Tangerang, Hasyim, mengatakan seluruh jamaah dalam kondisi aman dan tidak mengalami kendala berarti terkait jadwal kepulangan.
“Alhamdulillah, aman dan tetap sesuai jadwal kepulangan masing-masing jamaah,” ujar Hasyim di Tangerang, Rabu (4/3/2026) dikutip Antara
Berdasarkan data Kemenhaj, sebanyak 264 jamaah umrah asal Kabupaten Tangerang saat ini tengah menjalankan ibadah di Tanah Suci, Makkah, Arab Saudi. Meski situasi geopolitik di kawasan Teluk memanas, kondisi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap jadwal kepulangan jamaah asal Indonesia, khususnya dari Tangerang.
Hasyim menjelaskan, berdasarkan laporan dari sejumlah Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), penerbangan langsung dari Bandara Jeddah maupun Madinah menuju Indonesia masih beroperasi normal tanpa penundaan.
Namun demikian, sejumlah penerbangan dengan rute transit di Doha (Qatar), Oman, dan Kuwait dilaporkan mengalami penundaan hingga situasi dinyatakan kondusif oleh otoritas setempat.
“Untuk penerbangan yang transit melalui Doha, Qatar, Oman, dan Kuwait memang ada penundaan sampai kondisi kembali kondusif,” jelasnya.
Kemenhaj RI mengimbau seluruh jamaah umrah asal Indonesia untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari maskapai penerbangan, PPIU, maupun otoritas terkait. Koordinasi juga terus dilakukan bersama perwakilan Indonesia di Arab Saudi guna memastikan keselamatan dan pelayanan jamaah tetap optimal.
Selain itu, beberapa penerbangan menuju dan dari Arab Saudi berpotensi mengalami penjadwalan ulang, penundaan, hingga pembatalan, tergantung perkembangan situasi keamanan di kawasan.
Karena itu, Kemenhaj meminta para jamaah dan keluarga di Tanah Air untuk terus memantau informasi resmi dari saluran yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami imbau kepada keluarga jamaah agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar,” kata Hasyim. (*)

