TANGERANG, TRANSPANTURA.COM - PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan merata melalui peresmian renovasi prasarana SDN Lontar 2 dan SDN Klebet 1, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (23/7). Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat, yakni pendidikan berkualitas bagi semua.
Renovasi sekolah meliputi pembangunan tiga ruang kelas baru, stabilisasi lahan, serta pavingisasi halaman sekolah. Seluruh pembangunan mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan memanfaatkan limbah non-B3 fly ash bottom ash (FABA) hasil operasional UBP Lontar sebagai material konstruksi.
Dalam proyek tersebut, UBP Lontar memanfaatkan sekitar 9.600 unit batako, 13.200 unit paving block, 150 unit kanstin, serta 700 ton bottom ash. Pemanfaatan FABA ini menjadi implementasi konsep ekonomi sirkular yang memberikan nilai tambah sekaligus mendukung efisiensi penggunaan sumber daya alam.
Peresmian turut dihadiri oleh Bupati Kabupaten Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid, jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, pemerintah daerah, masyarakat penerima manfaat Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), siswa-siswi SDN Lontar 2, serta masyarakat sekitar.
Bupati Kabupaten Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid, mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah dan PLN Indonesia Power UBP Lontar dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan.
"Dalam dunia usaha, sesuai undang-undang yang berlaku, para pelaku usaha memiliki kewajiban melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat. UBP Lontar telah menunjukkan tanggung jawab sosialnya melalui pembangunan sekolah yang kita resmikan hari ini. Ini menjadi bukti nyata bahwa dunia usaha terus memprioritaskan masyarakat sekitar dan mendukung proses belajar mengajar generasi penerus bangsa," ujarnya.
Senior Manajer PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar, Ria Indrawan, mengatakan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari besarnya energi listrik yang dihasilkan, tetapi juga dari manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional.
"Renovasi SD Negeri Lontar 2 dan SD Negeri Klebet 1 bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik sekolah, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi penerus bangsa. Kami berharap anak-anak dapat belajar dengan lebih aman, nyaman, sehat, dan penuh semangat sehingga mampu mengembangkan potensi terbaik yang mereka miliki," kata Ria.
Selain meresmikan renovasi sekolah, PLN Indonesia Power UBP Lontar juga menyerahkan bantuan simbolis Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada masyarakat di Desa Kemiri, Patramanggala, Lontar, dan Karanganyar. Program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang lebih layak.
Rangkaian kegiatan peresmian turut dimeriahkan dengan penampilan tari tradisional dan atraksi pencak silat dari siswa-siswi SDN Lontar 2. Para peserta didik juga mengikuti kegiatan membatik di atas tote bag bersama NOSATA, kelompok pembatik tuli yang merupakan mitra binaan UBP Lontar.
Sebagai bagian dari edukasi, pegawai UBP Lontar juga memperkenalkan proses kerja pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) melalui simulasi miniatur pembangkit. Melalui media pembelajaran interaktif tersebut, para siswa memperoleh pemahaman mengenai proses produksi listrik, mulai dari pengangkutan batu bara hingga distribusi energi listrik kepada masyarakat.
Program ini menunjukkan bahwa implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan FABA sebagai material konstruksi ramah lingkungan.
Melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat, PLN Indonesia Power UBP Lontar berharap dapat terus menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. Lebih dari sekadar renovasi bangunan, program ini menghadirkan ruang belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi para siswa, sekaligus membuka harapan baru bagi lahirnya generasi masa depan yang unggul. (hms)

