![]() |
| Camat Pasar Kemis mendapatkan pin penghargaan Pancawarsa II oleh Bupati Tangerang/Doc.Camat Pasar Kemis H.Nurhanudin |
TANGERANG – Camat Pasar Kemis sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Gerakan Pramuka Pasar Kemis, H. Nurhanudin, SKM., S.IP., PP., M.Si., menghadiri Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kabupaten Tangerang. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, pada Jumat (21/8/2026).
Peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun ini mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema ini menjadi momentum untuk memperkuat peran Gerakan Pramuka dalam membangun karakter generasi muda, sekaligus mendorong keterlibatan anggota Pramuka pada berbagai program pembangunan, khususnya bidang ketahanan dan swasembada pangan.
Kehadiran Camat Pasar Kemis dalam upacara tersebut menegaskan dukungan pemerintah kecamatan terhadap eksistensi dan pengembangan Gerakan Pramuka di wilayahnya. Pramuka diharapkan tidak hanya menjadi wadah pendidikan nonformal, tetapi juga mampu berperan nyata dalam menciptakan generasi yang mandiri, disiplin, serta peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, H. Nurhanudin menerima penghargaan Lencana Pancawarsa II dari Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid atas pengabdiannya selama 10 tahun aktif membina dan menggerakkan Gerakan Pramuka di Kecamatan Pasar Kemis.
"Peringatan Hari Pramuka ke-65 ini juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan bagi para penggiat Pramuka, mulai dari Pancawarsa I hingga Pancawarsa V. Alhamdulillah, saya menerima penghargaan Pancawarsa II sebagai bentuk apresiasi atas sepuluh tahun pembinaan Pramuka di wilayah Pasar Kemis," ujar Nurhanudin.
Ia juga menekankan pentingnya kegiatan kepanduan sebagai ekstrakurikuler wajib di sekolah untuk membentuk mental dan karakter peserta didik.
"Melalui kegiatan Pramuka, anak-anak dilatih untuk disiplin, bertanggung jawab, mandiri, serta tangguh menghadapi berbagai tantangan hidup. Mereka juga diajarkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan saling membantu. Nilai-nilai positif ini sangat efektif membentengi generasi muda dari potensi pergaulan negatif, seperti aksi tawuran dan kenakalan remaja lainnya," pungkasnya.
Nurasep Wijaya

