-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Perumdam TKR Pastikan Air Sungai Cisadane Aman Dikonsumsi Meski Terdampak Pencemaran Pestisida

Rabu, 11 Februari 2026 | 2/11/2026 03:46:00 PM WIB

Sungai Cisadane. (Sumber: Antara/HO Pemkot Tangerang)

TANGERANG, TRANSPANTURA.COM - Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (Perumdam TKR) Kabupaten Tangerang memastikan air hasil olahan yang bersumber dari Sungai Cisadane tetap aman dan layak konsumsi, meski sempat muncul dugaan pencemaran zat kimia pestisida.


Direktur Utama Perumdam TKR Kabupaten Tangerang, Sofyan Sapar, mengatakan seluruh air yang didistribusikan kepada pelanggan telah melalui proses pengolahan dan pengawasan kualitas yang ketat.


"Setiap air yang diolah telah melalui berbagai macam proses panjang dan tahap quality control," ujar Sofyan dalam keterangan resminya, Selasa (10/2/2026). Dikutip dari Antara


Ia menegaskan, pengujian kualitas air dilakukan di laboratorium Perumdam TKR yang telah mengimplementasikan standar ISO 17025:2017 dan terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan nomor LP-763-IDN.


Menurut Sofyan, indikasi pencemaran zat kimia di Sungai Cisadane tidak berdampak signifikan terhadap kualitas air yang disalurkan kepada pelanggan. Hal ini karena air baku telah melewati serangkaian proses pengolahan sebelum didistribusikan.


“Air baku akan melalui serangkaian proses pengolahan dan pengujian kualitas sebelum didistribusikan, sehingga air yang diterima pelanggan tetap layak sesuai standar,” katanya.


Sebagai langkah antisipasi, Perumdam TKR juga melakukan pemantauan langsung ke sumber air baku serta pengurasan di sejumlah titik instalasi pengolahan air guna menjaga stabilitas dan kualitas distribusi.


“Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, kualitas air dinyatakan memenuhi standar dan aman digunakan. Kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir,” tambah Sofyan.


Kebakaran Gudang Pestisida Diduga Jadi Sumber Pencemaran


Sebelumnya, aliran kali di sekitar Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dilaporkan tercemar menyusul kebakaran gudang penyimpanan bahan kimia pestisida pada Senin (9/2/2026). Dugaan pencemaran ditandai dengan perubahan warna air serta ditemukannya ikan mati mengapung.


Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel menyebutkan sumber cemaran diduga berasal dari cairan kimia di lokasi kebakaran.


Kepala Seksi Pengendalian, Pencemaran, dan Pengawasan Lingkungan (P3L) DLH Tangsel, Hadiman, mengatakan hasil penelusuran lapangan menemukan indikasi kuat adanya aliran cairan kimia dari area gudang yang terbakar.


“Iya, dari cairan kimia di lokasi kebakaran gudang pestisida,” ujar Hadiman.


Hingga kini, pihak terkait masih melakukan pemantauan dan penanganan lebih lanjut untuk memastikan kondisi lingkungan kembali normal.




Sumber : Antara

PASANG IKLAN
×
Berita Terbaru Update